Nilai tarik magnet yang tergantung pada besarnya massa dan jarak dua benda adalah teori Issac Newton pada tiga abad yang lampau. Capaian ilmu dewasa ini tak mungkin memakai teori itu lagi karena nyata bertentangan dengan kejadian yang berlaku. Alquran ayat 23/17 menyatakan bahwa jika logika mengikuti saja apa yang dirumuskan orang berdasarkan dugaan dan kemauan maka akan binasalah planet-planet lain dan Bumi ini. Itulah peringatan Allah tentang suatu teori seperti yang dipusakakan Ncwton yang mendasarkan pendapatnya atas dugaan semata. Kalau benar-benarlah hukum gravitasi Ncwton itu berlaku dalam susunan tatasurya maka akan berbenturanlah benda-benda angkasa tersebut dan binasalah semuanya. Orang dapat memperhatikan bahwa Mars yang mengorbit keliling surya di balik garis orbit Bumi, adalah suatu planet yang massanya lebih keci1 daripada massa Bumi kita ini, dan lebih kecil lagi massa planet Pluto sebagai planet kesembilan yang sangat jauh dan surya. Kalau dalam hal ini dipakaikan teori Newton mengenai daya tarik akan kacaulah susunan tatasurya, Mars dan pluto akan rnelayang jauh meninggalkan garis orbitnya kini. Jadi nilai tarik itu bukanlah didasarkan atas besar massa dan jarak dua benda tetapi didasarkan pada nilai tarik rnagnet yang telah ditetapkan oleh Pencipta Esa. Dalam menjawab soal no. 13 di atas kita tidak menyebutkan massa sesuatu planet sebagai hal yang rnenentukan nilai tarik menurut teori Newton. Kita hanya mengatakan hal yang berlaku dalarn susunan tatasurya. Seperti contoh dapat dipakai planet Pluto, dengan massa sangat kecil tctapi mernilki nilai magnet yang besar, sampai saat ini masih mengorbit keliling surya pada posisi yang sangat jauh, pada rnana terang sekali teori Newton tidak mungkin dipakai.
No comments:
Post a Comment