Einstein dan Hubble sependapat dalam teorinya bahwa semesta ini dimulai dengan ledakan suatu benda raksasa. Dari waktu ledakan itu sampai kini telah berlangsung 500.000.000 tahun Sementara itu mereka katakan bahwa ada bintang-bintang yaug baru jadi dan ada pula yang sedang menghabis, ada yang lahir dan ada yang mati, demikianlah berlaku tanpa akhir, dan Surya kita bertahan untuk masa 500.000.000 tahun lagi, kemudian membesar lalu pecah dan menghilang. Kedua teori itu berkesirnpulan bahwa semesta raya ini terwujud sendirinya tanpa Pencipta Kuasa, bahwa semua benda angkasa itu terwujud secara alamiah menurut prosesnya dalam hukum evolusi. Mereka mendasarkan teori itu atas ilmu biology yang ditimbulkan oleh natural science. Bagi mereka tiada kepercayaan akan berlakunya kiamat sebagai Hari Akhirat. Mereka berpendapat bahwa manusia sebagairnana bintang, datang dan pergi, lahir dan mati tanpa bekas dan resiko. Mereka berkesimpulan bahwa semesta raya ini masih bertumbuh, bukanlah sudah selesai seperti dinyatakan oleh Alquran diciptakan dalam 6.000 tahun.
Sebenarnya pendapat mereka itu telah berlantungan, kacau balau dengan pendapat mereka pertama kali tentang asal usul semesta. Perhatikan soal no.9 tentang teori Expanding dan Static. Pada mulanya mereka nyatakan bahwa semesta raya bergerak dimulai dari ledakan atom raksasa. Pecahannya berupa galaxy-galaxy, dengan arti bahwa galaxy terwujud dari adannya pecahan itu. Kini mereka nyatakan pula ada bintang dan galaxy yang sedang timbul tanpa memperhitungkan dari mana datang elemen yang mewujudkannya. Mungkin mereka sangkakan dari sisa-sisa binang atau galaxy yang menghabis atau yang mereka katakan telah padam, tetapi mereka lupa memperhitungkan percikan api yang telah redup dan padam akan dapat bernyala lagi tanpa tambahan bahan bakar. Mungkin mereka berpendapat bahwa pengerutan suatu bintang tersebab gravitasi menyebabkan bintang itu meledak dengan istilah padam atau mati, keadaannya sama dengan ledakan atom raksasa yang mereka sangkakan sebagai asal usul benda-benda angkasa, tetapi mereka lupa bahwa pecahan ledakan itu akan tetap berupa gumpalan api dan tak rnungkin sesamanya akan berkumpul lagi menjadi satu.
Maka hal sebenarnya yang menjadi sebab bagi teori Einstein dan Hubble untuk menyatakan ada bintang yang sedang tumbuh dan sedang habis ialah karena mereka melihat dengan teleskop mereka bahwa ada bintang yang semakin jauh dan tentu semakin kecil dan redup kelihatan, dan ada pula yang sedang mendekat lalu kelihatan semakin besar dan cemerlang. Keadaan posisi bintang demikian mereka sangkakan sedang menghabis dan sedang membentuk diri. Pada hal keadaan itu ditimbulkan oleh gerak semesta yang parallel sebagai diterangkan pada soal no.9. Keadaannya sama dengan posisi Jupiter atau Venus sepanjang zaman jika dilihat dari Bumi. Adakalanya planet-planet itu sedang menjauh dan adakalanya sedang mendekat pada Bumi.
Sesudah zaman Apollo, orang tidak lagi berpendapat bahwa umur tatasurya yang kita diami ini sudah berlangsung 500.000.000 tahun tetapi menganggap lebih tua lagi malah ada yang menyangka 4.000.000.000 tahun atau lebih.
Daftar No. Pertanyaa:
No comments:
Post a Comment