Saturday, May 11, 2019

3). Adakah Al-qur'an menerangkan soal yang menyangkut dengan bimasakti?

Non-Driver
Istilah bimasakti atau galaxy mulanya dipakai oleh ahli-ahli Angkasa dan baru jadi populer pada abad 14 Hijriyah, utamanya setelah tersiarnya teori Relativisme Einstein. Dengan teori itu orang menetapkan bahwa untuk menilai luasnya semesta raya maka galaxylah yang menjadi ukuran. Para ahli angkasa rnengirakan bahwa jarak antara satu galaxy dari yang lainnya sejauh ribuan tahun gerak sinar yang satu detiknya ditaksir sekira 186.000 rnil atau 300.000 kilometer. Demikian jauhnya hingga setiap galaxy itu kelihatan sebagai sebuah bintang saja. Jika waktu malam kelihatan satu bintang maka belum tentu dia benar-benar satu bintang tetapi mungkin terdiri dari jutaan bintang yang tersebab jauhnya tampak sebagai titik saja. Kalau benar dia satu bintang maka bintang itu termasuk susunan galaxcy yang kita diami ini dan tidak mungkin kita akan dapat melihat satu bintang dari galaxcy lain.

Kalau dilihat dengan teleskop, maka galaxcy-galaxcy itu berbentuk dan berwarna yang berbeda-beda disebabkan posisi dan jaraknya juga berbeda. Kalau dari samping, dia kelihatan ceper berupa cakram, tetapi dari depan rupanya berbentuk spiral yang berputar disumbunya bagaikan roda. Jari-jari roda itu dinamakan orang dengan bintang susu atau milky way dan jarak di antara jari-jari itu dinamakan halo. Galaxy yang demikian oleh Alquran disebut BURUJ dinyatakan pada ayat 25/61 dan 85/1, dan istimewa lagi pada ayat 15/16 dimana dinyatakan bahwa semesta raya ini dihiasi dengan galaxcy-galaxcy bagi orang yang memandang. Alquran tidak memberikan keterangan apa-apa lagi tentang galaxcy lain itu karena sangat jauhnya dan tidak bersangkut paut dengan kehidupan dalam tatasurya kita baik di bidang capain maupun di bidang ilmu pengetahuan. Para ahli telah sama sepakat bahwa garaxcy lain tidak mungkin didatangi atau dihubungi maupun dengan alat radio yang gelombangnya berfrekwensi sangat tinggi.

Daftar No. Pertanyaa:

1 comment: