Pada penjelasan tentang gerak Parallel yang termuat pada soal No. 9 telah disampaikan bahwa bintang atau surya memiliki Rawasia yang bersistem Regular. Ini dimaksudkan bahwa Rawasia atau magnet yang memutar setiap bintang itu berfungsi menurut wajarnya. Dalam hal ini baiklah kita ambil surya kita sebagai contoh : Dari kutub utara sampai ke kutub selatan melalui tubuh surya rnemubujur Rawasia yang memutar bola api tersebut berkepanjangan 360 derajat selama masa 600 jam. Ingatlah bahwa surya adalah bintang yang terdekat dan satu-satunya bintang yang menjadi surnber kehidupan di permukaan 10 planet dalam tatasurya ini. Sebagai batang magnet maka Rawasia itu meliliki satu ujung positif dan satu ujung negatif. Begitulah kutub utara surya bemagnet positif dan selatannya bermagnet negatif. Dari itu kutub selatan surya hanya menarik unsur-unsur positif karena magnet yang berlainan saling bertarikan dan yang bersarnaan saling bertolakan. Unsur positif yang ditarik oleh selatan surya itu langsung memasuki tubuh surya kemudian membuangnya di seluruh permukaan. Sebaliknya kutub utara surya hanyalah menarik unsur negatif dan kernudian membuangnya di seluruh permukaan. Perjalanan magnet yang demikian kita namakan sistem Regular, dengan sistem demikian nyatalah surya senantiasa bergolak tidak akan pernah mendingin atau membeku, dan hal itu pula yang menyebabkan surya tersebut tidak memiliki atmosfir.
Bumi dan planet lainnya merniliki Rawasia dengan sistem yang kita namakan Simple, untuk contohnya kita pakai planet Bumi ini sendiri : Dari utara ke selatan membujur Rawasia atau batang magnet yang memutar Bumi ini 360 derajat dalam masa 24 jam (tepatnya 23 jam 56 menit). Hal begitu berlaku berkepanjangan. Kutub utara Bumi adalah ujung Rawasia dengan negatif dan di selatannya positif, yaitu kebalikan dari unsur magnet yang dimiliki surya pada kedua kutubnya, dan hal inilah yang menyebabkan adanya tarik menarik antara Bumi dan surya di sepanjang zaman. Bumi berputar di sumbunya sambil beredar keliling surya pada jarak tertentu yang diperkirakan sejauh 93.000.000 mil.
Kutub utara Bumi menarik unsur positif dari permukaan surya sembari membuang unsur negatif yang ditarik oleh kutub utara surya. Kutub selatan Bumi menarik unsur negatif sembari rnembuang unsur positif yang ditarik oleh kutub selatan surya. Unsur magnet yang di kutub utara dan selatan Bumi berpapasan dalam perut Bumi dan perantukannya biasa menimbulkan gempa dan letusan gunung. Jadi, rnagnet Bumi ini hanya keluar di kutub-kutubnya dan karenanya permukaan planet ini membeku praktis dipakai untuk tempat kehidupan. Fungsi Rawasia yang demikian kita namakan dengan sistern Simple. Untuk jelasnya kita ulangi secara pendek : Magnet negatif yang keluar dari kutub utara Bumi bergerak ke kutub utara surya, keluar di permukaan surya dan bergerak ke selatan Bumi, memasuki tubuh dan keluar lagi di kutub utara. Magnet positif di selatan Bumi bergerak ke selatan surya, keluar di permukaan surya, bergerek ke utara Bumi, masuk perut Bumi dan keluar lagi di selatan.
Rawasia yang ada di bulan atau satelite yang mengitari Bumi, tidak sama dengan apa yang dipunyai surya atau planet sendiri. Kalau magnet Bumi bersamaan dengan magnet Surya maka kedua benda angkasa itu akan bertolakan, begitu pula jika magnet bulan bersarnaan dengan magnet Bumi. Magnet bulan itu merupakan satu titik pusat yang ada dalam kutub bulan itu sendiri, kita namakan Rawasia Spot, yang oleh sarjana Barat dinamakan Massa Concentration atau Mascon. Karena Rawasia itu tidak merupakan batang magnet tetapi hanya titik pusat, akibatnya bulan itu tidak berputar di sumbunya, permukaannya tidak padat, tanpa atrnosfir, dan daya gravitasinya atau bobotnya kecil sekali.
Alhasil magnet Regular yang ada di bintang, magnet Simple yang ada di planet dan magnet spot yang ada di bulan menimbulkan wujud yang berbeda pula pada ketiga macam benda angkasa itu. Perbedaan wujud itu akhirnya menimbulkan fungsi yang berbeda pula.
No comments:
Post a Comment