Sunday, May 12, 2019

9). Apakah perbedaan teori tentang semesta yang bergerak Expanding menurut Hubble, dan bergerak Static menurut Einstein dengan yang bergerak Parallel menurut Alquran?

Joule Thief Excessive
Perbedaan ketiga teori tersebut mungkin disangkakan orang tidak begitu penting padahal dia mengandung pengaruh yang amat besar pada mana terdapat ajaran yang menyesatkan aliran pikiran serta ajaran yang benar dan cocok dengan pemikiran logis. Ayat 6/116 menyatakan bahwa kalau manusia ramai ini mengikuti dugaan semata seperti dugaan yang menjadi dasar kedua teori itu, akan sesatlah manusia itu dalam menetapkan hal-hal selanjutnya. Satu kesesatan yang tidak diperbaiki akan mendatangkan kesesatan yang berikutnya berujung dengan kecelakaan. Dalam hal-hal yang manusia tidak mungkin mendapatkan bahan dan cara untuk mengetahui, Alquran memberikan rumus-rumus logis yang cocok dengan pemikiran wajar. Rumus-rurnus demikian membuktikan bahwa ayat-ayat Alquran itu memang diturunkan oleh Allah Pencipta dan Pengatur, sebaliknya memberikan kesempatan pada manusia ramai untuk meningkatkan kemajuan di segala bidang tanpa ragu dan kesesatan, akhirnya juga bertujuan membenarkan adaNYA dan membenarkan Tuhan yang Maha Esa.


Hubble yang menyatakan semesta raya ini bergerak Expanding dengan alasan bahwa semua benda angkasa itu dulunya berasal dari satu Atom Raksasa yang meledak, maka pecahannya berupa galaxcy-galaxcy yang bergerak ke segala jurusan tanpa ujung. Masing-masingnya semakin berjauhan sebanding dengan perbedaan arah dari setiap galaxcy itu. Dengan demikian daerah semesta raya ini jadi semakin luas dan meluas tidak putus-putusnya di sepanjang zaman.



Teori Hubble demikian terang tak mungkin diterima oleh ummat yang beragama, disamping tidak dapat dibenarkan oleh pemikiran sehat juga bernada materiale atheistis. Untuk dapat rnembenarkan teori itu, orang haruslah lebih dulu dapat menjawab soal-soal yang mungkin dimajukan seperti dibawah ini :
  1. Hal apakah yang menyebabkan terwujudnya Atom Raksasa itu, cara bagaimana adanya benda itu, apakah benda yang awal itu terwujud . sendirinya ataukah memang diciptakan oleh yang Maha Kuasa?
  2. Kalau dikatakan Atom Raksasa itu terwujud sendirinya maka teranglah dia bertentangan dengan logika, dan kalau memang diciptakan oleh yang Maha Kuasa, dari manakah didapatnya keterangan demikian, kitab suci rnanakah yang menyatakan begitu?
  3. Pada bahagian manakah kira-kiranya Atom Raksasa itu dulunya sebelum dia terpecah di angkasa raya. Tentunya daerah angkasa itu kini menjadi daerah hampa yang sangat luas karena setiap pecahan Atom Raksasa tersebut tertolak oleh ledakan tanpa penghalang, bergerak ke suatu arah selama jutaan tahun. Kenapa para sarjana tidak pernah mendapatkan daerah hampa dimaksud di cakrawala sampai saat kini?
  4. Kalau dikatakan jarak galaxcy-galaxcy semakin menjauh tersebab arah geraknya saling berbeda,kenapa kini dilihat adanya galaxcy yang semakin dekat dan kemudian menjauh dan sebaliknya?
  5. Hal apakah yang menyebabkan bintang-bintang dalam suatu galaxcy mengorbit keliling pusat galaxcy itu, bukankah setiap bintang berasal dari pecahan yang juga bergerak ke segala jurusan dari titik ledakan pertama tadi? Dari yang lebih aneh, hal apakah yang menyebabkan bintang-bintang itu dikitari oleh planet-planet yang berbeda wujudnya dan fungsinya dari bintang-bintang yang diorbitnya? Einstein beranggapan bahwa semesta raya ini dulunya berasal dari benda raksasa yang pecah dan pecahan-pecahannya menjadi galaxcy-galaxcy yang bergerak melengkung 360 derajat ke segala arah Demikian gerak itu di sepanjang zaman hingga menimbulkan daerah semesta raya yang tetap luasnya tidak menyempit dan tidak melebar, dinamakan Static. Teori ini bersamaan dengan teori Hubble pada permulaannya tetapi berbeda pada kelanjutannya, Jika orang memakai teori itu mengenai benda angkasa, hendaklah orang itu dapat menjawab pertanyaan a. dan b di atas tadi serta menyelesaikan soal-soal berikut ini:
  6. Hal apakah yang menyebabkan setiap galaxcy itu bergerak pada garis yang melengkung berkepanjangan.
  7. Tidakkah terlintas pada pikiran orang itu bahwa sewaktu masing-masing galaxcy yang bergerak pada berbagai arah dengan garis layang melengkung 360 derajat, akhirnya akan bertemu sesamanya pada titik ledakan permulaan dan semuanya akan berantukan? Di manakah titik ledakan pertama tersebut, dan kenapa sampai kini belum terjadi perantukan itu?
  8. Menambah maksudnya pertanyaan pada e di atas tadi, hendaklah orang dapat menjelaskan kenapa wujud bintang, planet dan bulan jadi berbeda. Bukankah semua itu berasal dari satu ledakan, hal apakah yang menyebabkan perbedaan wujud benda-benda angkasa tersebut ? Perlu disampaikan di sini bahwa Issac Newton pada tiga abad lampau telah pula mengemukakan satu teori absolut bahwa semesta raya ini Static dan benar-benar Static dengan arti bahwa semua bintang di angkasa senantiasa tetap di tempatnya. Teori itu pada abad 14 Hijriah tidak dipakai orang lagi karena orang dapat membuktikan bahwa setiap bintang ataupun galaxcy senantiasa bergerak dan berpindah tempat di cakrawala.
Joule Thier Toroid
Selanjutnya di bawah ini kita kemukakan pula teori yang berdasarkan ayat-ayat Alquran yang memberikan pokok pikiran bahwa semesta raya itu bergerak Parallel :
  1. Semesta raya berasal dari ALMA’ yang diberi Rawasia (batang magnet= magnetic bar). Dengan berbagai sistem Rawasia itu terwujudlah berbagai macam benda angkasa, terpisah menurut keadaan dan susunan sebagai terlihat kini. Untuk itu perhatikanlah maksud ayat 11/7, 21/30 dan 41/10. Ayat terakhir ini juga menyatakan perbedaan Rawasia antara yang ada pada bintang, bulan dan planet serta berbeda pula nilai tarik masing-masingnya. Demikianlah benda angkasa itu ada yang menjadi bintang atau Surya dengan sistem magnet yang kita namakan Regular. Yang menjadi planet memiliki Rawasia dengann sistem Simple. Dan yang menjadi bulan atau satelit memiliki Rawasia yang kita namakan Spot. Jadi bukanlah semesta raya itu terdiri dari bintang-bintang yang berasal dari ledakan suatu benda raksasa.
  2. Ayat 70/4 menerangkan bahwa semesta raya berputar di sumbunya 360 derajat dalam masa 50.000 tahun. Ayat 22/47 menyatakan tatasurya berputar di sumbunya selama 1.000 tahun 360 derajat dan selanjutnya. Kedua ayat itu memberikan kesan bahwa gerak putaran semesta berlaku pada satu arah dan tidak mungkin ada yang melawan arah. Hal ini menjadi dasar untuk diberi nama gerak Parallel. Semesta dan galaxcy yang tidak mernpunyai sumbu putaran yang nyata, terkandung dalam maksud berbagai Rawasia yang tercantum pada ayat 41/10, berbeda dengan tatasurya yang berputar di sumbunya dimana suatu bintang atau Surya bertindak selaku pusat edaran, maka karenanya sengaja kita tidak memberi nama untuk sistem Rawasia yang memutar semesta begitupun yang memutar galaxcy. Ingatlah istilah Rawasia yang banyak termaktub dalam Alquran adalah jama’ atau plural number dengan arti berbagai sistem magnet dan daya tariknya.
  3. Ayat 16/12 menyatakan bahwa bintang-bitang di angkasa bergerak mengelilingi semesta di mana antara satu bintang dengan yang lainnya tidak bersangkut paut, maka gerak inilah juga yang mendorong pikiran untuk menamakan semesta bergerak Parallel yaitu gerak satu arah pada jarak yang berlainan dari titik pusat edaran. Hal keadaannya sama dengan sepuluh planet dalam tatasurya kita, masing-masingnya beredar pada garis orbit yang berbeda jaraknya dari Surya selaku pusat edaran. Perbedaan jarak antara masing-rnasing galaxy dari pusat edaranrya di angkasa luas rnenimbulkan penglihatan bahwa ada galaxy itu yang semakin dekat dan ada yang semakin jauh. Hal keadaannya bersamaan dengan planet Mars atau Venus yang jika dipandang dari Bumi adakalanya kelihatan mendekat dan adakalanya menjauh, disebabkan oleh luas lingkaran yang dijalani planet itu berbeda sedangkan geraknya hampir bersamaan.
Seggy Joule
Keterangan mengenai gerak semesta seperti di atas ini didasarkan atas wahyu-wahyu Allah yang tercantum dalam Alquran untuk peningkatan pengetahuan, bukanlah berdasarkan dugaan dan prasangka yang umumnya menyesatkan.

No comments:

Post a Comment